Semalam di tv ma di radio gi rame banget cuy (emang rame trus..). ngebahas masalah situs-situs porni yang mau diblokir. Kayak apapun caranya, modelnya, atopun sistemnya arus budaya Uncle Sam dan Union Jack gak bakal bisa terbendung, gw gak setuju.
Alasan bahwa agar adik-adik kita tidak melihat yang kayak “begituan” gw rasa kurang tepat dengan cara memblokir situs porno di Indonesia.
Di negeri bangsat keparat ini, orang kalo emang dah niat pasti ada aja jalannya, apalagi yang sesat-sesat kayak kata bang napi “kejahatan gak datang karena ada kesempatan tapi juga karena ada niat pelakunya”.
Maka dari itu iman dari tiap-tiap pribadi merupakan solusi-nya. Emang dasar bego juga tu boca-boca, ibarat telek dah tau busuk ngapain juga harus dicolek trus di kecapin ke lidah (aich….). Dah jelas situs porno itu buruk buat mereka, kenapa juga harus diliat. Orang tua ma guru di sekolah yang harus bertanggung jawab…
Trus gimana nasib orang –orang seumur gw (21+). Dimana lagi kita harus belajar gaya-gaya hot yang wonderful dan unbelieveble, dimana lagi kita harus belajar cara pemanasan yang baik dan benar agar tidak cedera, dimana lagi kita harus menemukan pendekar-pendekar cinta yang sakti mandraguna yang mampu pertahan lebih dari 15 menit, sekaligus sanggup menghadapi 2 bahkan 3 banteng sekaligus…
Emang sih fakta mengatakan bahwa pengunjung situs porno terbesar di Asia adalah negara Indonesia. dan traffic terbesarnya di kota Jogya. Yo itu jelas aja, internet di Jogya kan dah begitu berjibun dan tesebar kayak lumut dimana-mana… meski demikian, situs porno tidak selalu untuk hal-hal yang negatif. Bahkan situs porno menjaga keseimbangan alam di dunia cyber, keseimbangan antara populasi hacker dan populasi cracker. Pemblokiran ini tentu akan mengganggu keseimbangan tersebut. Populasi hacker akan berkurang sementara populasi cracker akan terus bertambah dan berkembang. Mengapa?
Situs porno merupakan target latihan untuk para generasi-generasi hacker dalam menguji skill mereka, tidak dapat dipungkiri rata-rata situs porno merupakan sasaran empuk dan termudah untuk di jadikan target latihan, toh yang akan dirugikan dari pihak pemilik situs porno tersebut. Namun bila mengakses situs porno aja dipersulit, bisa jadi situs e-gov dan e-commerce dalam negeri yang jadi sasaran, hacker Indonesia akan berubah menjadi cracker Indonesia. Negara terancam, pun akan semakin dipersulit…(rasakan!)
Archive for March, 2008

“oh bapak ibu dosenku, kapankah engkau akan datang….”
Pemandangan sehari-hari di perkuliahan… makin tahun dosen pun makin “bosan” ngajar, hobi telat bahkan sampai gak masuk… entah karena mereka kebanyakan kesibukan di luar atau mahasiswa udah gak ada nilainya lagi… hal macam gini emang selalu terjadi diawal-awal kuliah, giliran mahasiswa udah semangat lagi berkuliah gara-gara nilai semester kemarin yang “amburadul terburai-terbuai” kayak jeroan ayam, malah dosen pada gak masuk…
Beberapa ungkapan umum yang sering terdengar di kampus :
- “pertemuan pertama gak usah masuk, khan cuman perkenalan ama pengantar mata kuliah tok…” (kata teman2 pemalas)
- “pertemuan pertama gak usak masuk, biasanya yang ikut kuliah sepi…” (kata teman2 calon provokator)
- “pertemuan pertama gak usah masuk, biasanya dosen gak datang masuk…” (dosen ikut2an malas dan sukses diprovokotari… hehehe…)
Tridekaphobia (fenomena 13)
Yakin aja bahwa Subject diatas sudah pasti berkesan angker, keramat, sial, atau apalah yang buruk-buruk… hehehehe… boleh dikata “fenomena 13” telah menjadi superstitious (istilah kerennya “tahayul” ) paling t.o.p dah dari jaman awal masehi ampe jaman edan ini (semakin edan aja…). “So, kurang kerjaan banget ngurusin angka 13!”. Mungkin sebagian dari elo beranggapan demikian… Tetapi tidakkah elo menyadari?! Bahwa sesungguhnya fenomena 13 telah menjadi sebuah kepercayaan yang (bahkan) dilegalisir secara komunal dan institusional.
Hah!!! faktanya di era modern ini banyak hal yang dengan sengaja meniadakan angka 13. Hal ini pun gw sadari sendiri saat ketika gw hendak mudik dengan sebuah pesawat dari sebuah maskapai yang cukup terkenal (terkenal karena sering kecelakaan). Ketika itu, sewajarnya seorang penumpang yang mencari nomor kursi pesawatnya, gw menghitung nomor kursi penumpang. Kebetulan nomor kursi gw waktu itu adalah 14C, maka gw pun mulai menghitung, “1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,8, 9, 10 , 11 ,12, 14” dan “lho!! 13-nya mana???”
Contoh lain, lantai pada gedung – gedung perkantoran atau perhotelan hampir tidak ada yang menggunakan angka 13. yah.. kalo bukan jadi 12A langsung loncat ke angka 14, begitu juga ruangan-ruangan (kamar) di gedung itu. 13 memang sudah menjadi sebuah ikon kesialan yang mendunia… hehehe…
Lalu darimana awal mula superstitious ini? Diatas gw telah menekankan bahwa fenomena 13 sudah t.o.p dari jaman awal masehi. Ada alasannya.., awal masehi didasari oleh Kelahiran Kritus yang kemudian meninggalkan harta luar biasa berupa kisah – kisah Yesus dari Kelahiran sampai Penyalibannya. Dan salah satu cerita yang (paling) dipercayai sebagai asal muasal dari kesialan angka 13 adalah Perjamuan Terakhir Yesus dengan ke-12 muridnya. Pada saat itu datanglah Judas sebagai tamu ke-13 yang akhirnya mengkhianati Yesus.
Seperti Judas, maka 13 pun dikutuk sebagai angka pembawa sial… Karena lahir dari cerita masyarakat kristiani yang notabene adalah masyarakat eropa, maka seiring perkembangan budaya (terutama hebatnya perkembangan budaya eropa yang tak dapat dipungkiri), maka kisah itu pun dengan mudah diadaptasi oleh masyarakat non eropa dan non nasrani. Salah satunya oleh masyarakat kita yang terlalu latah…
Begidciuuu critanya bo’…
Sampai datang suatu peristiwa. Pesawat ulang-alik Apollo 13 hancur dengan sendirinya saat peluncuran perdana, maka sudah dapat ditebak kalau masyarakat pun semakin dibodohi dengan superstitious itu.. Dan yakin saja, N.A.S.A instansi besar dengan dana berjuta-juta dollar (bukan rupiah!!!) disertai teknologi canggih mutakhir milik Amrik itu tidak lagi akan menamai pesawat – pesawatnya dengan menyertakan angka 13. hehehe…
Dapat disimpulkan bahwa fenomena 13 juga berhubungan dengan kalender masehi yang dibuat oleh bangsa eropa dan didasari atas hitungan kelahiran Kristus. Berangkat dari sini mungkin sebagian dari anda pernah mendengar Friday 13th, entah dari novel, artikel, atau film horror yang diadaptasi dari cerita barat. Untuk ukuran masyarakat kita kayaknya nggak begitu musingin, tapi bagi sebagian orang di belahan barat sono sama hal yang satu ini sangat ekstrim. Friday 13th dipercaya merupakan hari yang penuh sial, sangat angker, mistis, end banyak hantu yang bergentayangan… hiihiihii…
Gak berhenti sampai situ, orang – orang yang begitu percaya sampai takut (phobia) sama hari jum’at tanggal 13 ini mendapat sebuah predikat, yakni Paraskavedekatriaphobia (saya yakin anda ribet mengucapkan apalagi mengingatnya), sedangkan phobia pada angka 13 dikenal sebagai Tridekaphobia. Ini bukti bahwa orang barat yang katanya paling modern, serta orang – orang yang latah dengan mereka adalah tidak ada bedanya dengan orang di jaman primitive yang begitu bodoh untuk percaya sama tahayul, mitos, atau hal berbau mistis lainnya. Hahaha…
Metafisik??? boleh dikata juga bahwa fenomena 13 adalah sebuah metafisik, tetapi tidak semua orang yang bergelut di bidang metafisik percaya sama fenomena 13. Salah satunya mentalist Deddy Corbuzier. Beliau memang terkenal sering menampilkan kesan mistis pada aksi – aksinya, tetapi untung saja dia tergolong salah satu manusia modern yang sangat tidak percaya pada kesialan angka 13.
Seandainya angka itu benar – benar memiliki pengaruh baik atau buruk pada nasib manusia. Maka bagi gw sendiri 13 merupakan nomor hoki. Sewaktu SD misalnya, karena menggunakan nomor peserta 13 gw meraih gelar juara II umum untuk lomba menggambar tingkat Kotamadya (Cie…), suatu prestasi hebat waktu itu dimana sebelumnya pada lomba – lomba tingkat kecamatan saja gw hanya mampu juara untuk kategori favorit. Lalu ketika beranjak SMP kelas II, karena mendapat nomor absen 13 pula, gw meraih dua kali peringkat 1. “Mana sialnya, 13 itu tidak buruk kok” kesan yang ada di benak gw saat itu. Hehehe… Tapi tidak berarti juga kalau berjodoh dengan angka 13 maka peruntungan datang, sewaktu di SMA gw pun mampu meraih peringkat 1 tanpa perlu berjumpa dengan si 13. hya..hya..hya..
So, back to the point… perlukahkah kita mengkhawatirkan masalah ini???… jawabannya PERLU… bukan tahayul-nya, tetapi pengaruh buruknya pada masyarakat. Jelas ini adalah suatu pembodohan. Fenomena 13 telah jauh masuk kedalam pola kehidupan kita bahkan telah mendapat sebuah pengakuan public (legalisasi) seperti yang telah di contohkan… Lebih penting lagi generasi muda bangsa yang terlalu latah dan lemah dari serangan west culture yang menyuntikkan doktrin bullshit ini kedalam media yang banyak digemari kalangan muda kita, seperti novel, musik, dan film… salah satunya film horror berjudul “bangsal 13“ sebuah karya dari sineas – sineas muda kita, yang juga salah satu film horror yang kurang meledak di bioskop alias gagal. Hehehe…
Padahal, sejatinya 13 hanyalah sebuah susunan angka biasa, yang di kelas matematika digolongkan sebagai bilangan yang hanya dapat dibagi dengan dirinya sendiri (bilangan prima). Dan Tridekaphobia tidak lebih dari sebuah pengaruh busuk budaya asing yang ingin membawa kita ikut jatuh dalam kebodohan masa lalu.
Mama sakit* dihari ultah
Pagi-pagi bener gw udah di call ama Titi, sister gw yang kuliah di Jakarta. Tapi gw udah tau maksud dan tujuannya, Mama gi Ultah ‘n gw harus ngucapin happy B’day secepatnya, si Titi udah calling ke rumah, tapi kabar dari rumah kurang begitu mengenakkan. Mama lagi ’sakit’, berat juga ketika kita berada jauh dari rumah di hari dimana kita harus menyenangkan ibu kita tercinta… apalagi ketika dia sakit… Duh…. keren banget klo saat ini gw bs hadir disamping mama ‘n nyanyiin lagunya spice girl “Mama I love U…” hehehe… I hope rumah baik-baik aja dan mama segera sembuh…
Bareng ilhamsaibi ma ekalinux nongkrong di hall kampus nyambi ngenet gratiss (meskipun lambat)…. si ilham gi baek hati noh, dianya keluar nyari jajanan, tapi gw yang jagain laptopnya… (demi cemilan gak papalah hehe…) ‘n begitu mr. ilham balik, bread snack ma beberapa botol softdrink dah nongol di hadapan… gw pun menyambut sebelum dipersilahkan, namun ada yang baru di depan kami, Coca Cola Zero…
Zero maksoednya adalah “zero sugar” (bebas gula), tapi begitu nyoba rasanya masih manis (hah!), cek percek dikompisisinya memang sudah gak ada unsur sugar seperti glukosa, fruktosa, sukrosa dsb. Namun jika dilihat lebih jelas (dan memang sangat jelas tertera) bahwa Coca-Cola Zero mengandung PEMANIS BUATAN NATRIUM SAKLAMAT 232 mg/saji dan NATRIUM SAKARIN 27 mg/saji…. (lah!). Sakarin dan Saklamat merupakan biang gula yang dapat menyebabkan kanker kandung kemih ( lengkapnya baca ini)…
Di beberapa negara maju isu diet drink emang lagi in (bersamaan dengan isu diet food), dan efeknya banyak industri softdrink besar (Coca-Cola dan Pepsi misalnya) yang mengurangi unsur gulanya bahkan menghilangkannya dengan menggantinya dengan pemanis buatan, padahal efek samping dari pemanis buatan lebih buruk daripada gula itu sendiri (huh!) apakah kita harus menjadi penyakitan demi untuk mengkuruskan badan (diet)?…
Dalam salah satu forum yahoo! yang membahas coca-cola misalnya, dijelaskan berbagai macam penggunaan softdrink, diantaranya untuk pembersih toilet, pembersih karburator mobil, dan pembersih karat. Duh, bayangin aja kalo pembersih karat ma WC ada di perut kita…! Bahkan sampai pembahasan mengenai kematian mendadak seorang anak kecil di Brazil karena mencampur permen mentos dengan coca-cola… (wow!)
Kesimpulan gw, mending jangan mengkonsumsi softdrink deh! tapi setelah tulisan ini hampir selesai, sadar gak sadar Coca-Cola Zero yang dibeliin ilham habis juga gw minum…. (wakakakak…)
Kesimpulan baru gw, minum softdrink gak papa asal jangan kebanyakan dan jangan sering-sering aja! wakakakak….
Hadir diantara orang-orang bego
“Hadir diantara orang-orang bego”… entah kenapa… rasanya saya sudah sangat jijik’ berada antara mereka*, entah karena acaranya musiknya yang norak gara-gara diselenggarain ma anak2 SMA, atau karena sebagian besar penontonnya yang posher*! Huh dasar “ABG”, atau bisa jadi saya yang udah ketuaan ya?!! Hehe…
Kok bisa-bisanya Bayu ngajak ke tempat kayak gitu! herannya disana dia juga sama setresnya dengan saya, kami hanya duduk memaki dan menertewakan monyet-monyet posher itu! Sekawanan Muda yang dengan bangganya berpenampilan khas klise emo, dengan eyeshadow item, celana jeans cewek yang ketat, jumper ala Wentz, tapi tololnya mereka ikut berdansa saat SKJ 94 mulai memimpin senam gaya bebek, Huh!.. Ada pula cewek-cewek yang masih bening, dengan warna-warna retro yang lagi jadi trendsetter (kayak badut ancol), berpose dan berlenggak-lenggok layaknya pelacur pasar kembang. Sungguh tidak ada karakter disana…
Sedikit munafik sih dari diri saya, bahwa sebenarnya saya sendiri pernah mengalami masa-masa “taik” kayak gitu… (hehe)…. yah itulah hidup, kita akan lebih memahami suatu kebodohan bila terlebih dahulu mengalami kebodohan itu sendiri… semua ada prosesnya Men… Bagaimanapun mungkin itu adalah hari terakhir saya hadir diacara pensi (pentas sialan) bocah SMA!