04
May
08

Yogya Warm City (semakin panas)

Sumpah deh, saya dah bosan banget dengerin istilah “Global Warming”, kepala ini mumet apalagi klo isu itu diikutin, serasa dunia dah mau kiamat. Tapi semakin gue tutup mata ma telinga, semakin hati gue gelisah. Hati dah gak bisa bo’ong man… ‘n otak ini pun terbuka lebar, bahwa dari semua apa yang saya rasain hingga hari ini, klo saya susah tidur setiap malam gara-gara kepanasan, kalo sudah terlalu banyak asap di Yogya karena sudah terlalu padat motor dan mobil, lalu air sumur Yogya yang bikin mual karena sudah 85% tercemar E-Coli… Pada faktanya, kalo semua itu (Yogya semakin ancur*) adalah dampak akibat dari si global warming anjing keparat…

Kenapa juga sih orang barat pake’ penggunaan kata “warm” (hangat) pada istilah isu krisis iklim ini, kenapa gak sekalian aja pake kata “hot” (panas), biar jadi global hotting (grammarnya masuk gak ya? Hehehe…)

Tapi kalo dipikir2 penggunaan kata warm emang cocok banget ama Yogya yang dikenal sebagai kota yang ramah dan “hangat”. Dan saya yakin Yogya akan semakin hangat saja… hangat hingga tidak ramah lagi… Hangat sampai kita gosong…

Back to the point, kita mungkin dah paham kenapa dunia semakin panas (Yogya pada khususnya)! Atau bagaimana agar supaya dunia ini gak “terlalu” panas! Saya rasa sudah cukup banyak postingan yang secara jelas dan terperinci dengan segala teora-teorinya memaparkan hal tersebut, belum lagi peranan dari artikel-artikel krisis seperti Kompas, serta berita-berita up-to-date MetroTV

Tapi yang terpenting dari semuanya bukanlah itu! sebenarnya kita sudah sadar belum sih??? Sadar dari kemarahan bumi lewat gemuruh merapi dan gempa Yogya 27Mei silam, sadar kalo sesungguhnya kini kita sudah bukan lagi “diambang” kehancuran, tapi “sedang” dilanda kehancuran…

Penghujan kejam sudah meninggalkan kita (kadang-kadang mang masih hujan gak jelas sih…)dan Kemarau jahat telah datang menyambut, semoga kita semua masih bertahan melewati hari-hari ini… semoga kita sadar bahwa setidaknya kita masih bisa menciptakan sebuah harapan, untuk atap langit dan tanah lantai kita, setidaknya untuk sebuah rumah kecil Yogya kita…

Look at the Sky…

Hear the sound of The Wind…

Sniff the Air…

and feel the Sun…

They are crying, they are screaming, ‘n they have hate Us!

Free Your Mind!


0 Responses to “Yogya Warm City (semakin panas)”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply